Wabup Guyur “BONUS” SMP Negeri 1 Songgon

Songgon – Capaian mengesankan duta pramuka Banyuwangi, Tim Matahari dalam ajang lomba Tingkat V di Cibubur mulai 21 hingga 28 Oktober lalu tidak luput dari perhatian Pemkab Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab memberikan hujan bonus bagi delapan Sritanjung Banyuwangi yang diwakili SMP Negeri 1 Songgon diajang tersebut.

Bonus yang diberikan pun beragam. Pertama, memberikan pilihan pendidikan lanjutan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sesuai pilihan yang dikehendaki. Kedua, seluruh kontingen mulai peserta sampai pembina, mendapat tambahan uang saku dari Pemkab. Dua Satker, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai Leading sektornya.

” Maunya masuk ke SMA Negeri 1 Glagah. Mungkin nanti Pak Sulih bisa langsung menindaklanjuti. Sekolah nantinya akan punya tim hebat disana, ujar Yusuf Widyatmoko, Wakil Bupati Banyuwangi dalam sambutannya selasa (31/10) kemarin.

Yusuf menyebut prestasi yang diraih SMP Negeri 1 Songgon Sangat luar biasa. Pemerintah daerah dalam hal ini tidak berdiam diri. Segala bentuk prestasi mengharumkan nama baik dipentas lokal, provinsi, nasional sampai Internasional, layak mendapatkan apresiasi. sekaligus capaian ini bisa menjadi pemicu dan penyemangat untuk berkarya lebih baik lagi dimasa depan.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh kepala SMP Negeri 1 Songgon, H. Samsudin Ali, M.Pd.I. ia bersyukur atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya tersebut. “Perjuangannya sangat berat apalagi ditempuh mulai tingkat satu sampai lima,” ungkapnya.

Lomba tingkat V (LT V) merupakan pertemuan regu-regu penggalang dari suatu satuan pramuka atau dari berbagai satuan pramuka dengan acara kegiatan kreatif, rekreatif dan edukatif dalam bentuk perlombaan ditingkat nasional.

SMP Negeri 1 Songgon di era 80-an juga pernah meraih kejuaraan serupa. “Sekolah ini memiliki semangat pramuka yang luar biasa,” Ujar Budianto, Sekretaris Kwartir Cabang Pramuka Banyuwangi.

Apa yang dilakukan SMPN 1 Songgon bisa menjadi contoh bagi pembinaan dan pengembangan kepramukaan di sekolah maupun jajaran lainnya. Menurut Budianto, spirit kepramukaan di Songgon sangat hidup dan dinamis. tidak mengherankan bila hal ini membuat pramuka di daerah ini bisa berbicara hingga level naisonal.

Kegiatan ini diselenggarakan Kwartir Nasional gerakan pramuka setiap lima tahun sekali. Pesertanya berasal dari perwakilan masing-masing Kwartir Daerah (Kwarda) diseluruh Indonesia. Lomba ini bersifat berjenjang. Artinya, Pemenang dalam suatu tingkatan akan mewakili daerahnya untuk mengikuti lomba tingkat ditingkat yang lebih tinggi.

Dengan rangkaian kesulitan yang dihadapi ternyata Tim matahari yang semuanya berisi siswa putri berhasil mendulang prestasi membanggakan. Terlebih lagi, saat pelaksanaan, ada rasa was-was terhadap potensi juara yang ingin dicapai tim ini. Saat hari kedua saja, Tim ini sudah tergusur ke posisi 4, “di Final Akhirnya kami bisa Finish di posisi 2 Nasional, ” Pungaksnya

 

Tinggalkan komentar